Bisnis Budidaya Ikan dengan Terpal Kolam

Bisnis populer masa kini

Blog

Budidaya ikan dengan kolam terpal menjadi cara yang populer saat ini. Tidak mengejutkan, sebab metode ini dinilai paling mudah dan hemat untuk dapat memaksimalkan keuntungan.
Seperti diketahui, ikan nila merupakan spesies air tawar dengan dagingnya yang memiliki rasa manis dan gurih. Rasanya yang begitu nikmat membuat ikan nila banyak disukai, sehingga kemudian dimanfaatkan sebagai santapan harian. Selain itu, kandungan gizi dalam daging ikan nila juga memberikan manfaat kesehatan.

Meningkatnya permintaan masyarakat membuat bisnis budidaya ikan nila memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Tidak membutuhkan modal besar, bisnis ini dapat dilakukan dalam skala kecil, bahkan rumahan.

Salah satu metode yang umum dipakai adalah dengan menggunakan kolam terpal. Kalaupun Anda punya modal besar, maka jumlah kolam yang bisa dibuat juga semakin banyak.
Terpal kolam di pasaran tersedia dalam dua varian, yakni bundar atau bulat dan kotak atau persegi. Selain berbeda bentuknya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut uraiannya.

Kelebihan dan kekurangan terpal kolam bulat
Sisi terpal kolam bulat lebih baik dalam menahan beban air. Tanpa adanya sudut, membuat sistem aerasi lebih merata jika pipa diletakkan di tengah. Kolam bulat cocok untuk budidaya ikan lele sistem bioflok. Jika dasar kolam dibentuk mengerucut, memudahkan pembuangan limbah dan panen.
Kekurangannya, terpal kolam bulat hanya bisa diisi air dengan volume terbatas. Ini akan memakan lebih banyak lahan, menyisakan area-area kosong tanpa guna. Dan jika membangun dalam jumlah banyak, biaya pembuatan relatif lebih tinggi karena masing-masing harus berdiri sendiri

Kelebihan dan kekurangan terpal kolam kotak
Dapat memanfaatkan luas lahan secara maksimal karena bisa dipasang berhimpitan, satu sisi dapat dipakai untuk dua kolam. Kolam terpal kotak bisa diisi lebih banyak air dan biaya pembuatannya relatif lebih murah.
Di sisi lain, pembuangan limbah kurang praktis. Aerasi di satu titik di tengah akan kurang maksimal, karena penyebarannya tidak merata. Jika kolam yang dibuat tidak sama panjang, maka sisi yang lebih panjang akan menerima beban air yang lebih berat. Sehingga membutuhkan penyangga tambahan untuk memperkuatnya.

Tips Budidaya Ikan Nila dengan Terpal Kolam
Berikut tips budidaya ikan nila dengan terpal kolam bagi pemula yang baru akan menggelutinya.

  1. Cari info tentang ikan nila
    Ikan nila mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi. Salinitas atau tingkat keasinan air yang direkomendasikan adalah 0 – 29 permil, tingkat keasaman (pH) 5 – 11, dan suhu antara 14 – 38 derajat celcius.
    Ikan nila suka memakan berbagai jenis zooplankton, seperti fitoplankton, rotifera, perifiton, benthos, dan beberapa jenis lainnya. Fase memijah ikan nila berlangsung sejak umur enam bulan, dapat menghasilkan larva sekitar 500 – 1.000 ekor.

  2. Menyiapkan kolam
    Budidaya ikan nila memakai terpal kolam lebih menguntungkan, karena hemat, praktis, dan aman. Tapi sebaiknya pilihlah lokasi penempatan kolam yang terjangkau pengawasan, memiliki pencahayaan alami yang baik, serta bersih dari kotoran.
    Tentukan luas kolam, lalu gali tanah sesuai ukuran tersebut dengan kedalaman 50 – 70cm. Terpal harus dibersihkan terlebih dulu dan dikeringkan sebelum dipasang.
    Setelah bersih, pasanglah terpal ke dalam kolam. Lembaran tersisa di permukaan dapat ditindih dengan batako atau batu bata merah agar rapi dan tidak mudah bergeser. Setelah rapi dan dipastikan kuat, baru isilah dengan air.

  3. Memilih dan menebar bibit
    Bibit ikan nila berkualitas dapat diketahui dengan memperhatikan sejumlah ciri-cirinya. Bibit ikan nila umumya berukuran 8 – 12cm dengan bobot paling berat mencapai 30 gram per ekor. Pastikan ukuran dan berat masing-masing bibit relatif sama. Perhatikan juga kesamaan warna fisiknya dan pastikan tidak ada tanda-tanda cacat.
    Jumlah bibit yang ditaburkan tidak boleh terlalu banyak, maksimal 10 ekor untuk setiap satu meter persegi dari luas kolam. Jadi, jika kolam Anda berukuran 10 meter persegi, maka bibit yang boleh dimasukkan sekitar 100 ekor.

  4. Perawatan
    Nila adalah ikan omnivora atau pemakan segala. Selain zooplankton, Anda juga bisa memberi pakan dedak, pelet, ampas kelapa, siput sawah, bahkan makanan sisa dari dapur.
    Daun-daunan, seperti kangkung, talas, enceng gondok, dan daun pepaya juga bisa dijadikan pakan ikan nila. Pakan diberikan 2 – 3 kali sehari. Sebelum menaburkan, pastikan semuanya telah dicincang halus. Pastikan juga menjaga kebersihan kolam secara teratur.

  5. Panen
    Ikan nila berumur enam bulan sebenarnya sudah siap panen. Tapi jika berat rata-rata kurang dari 500gram, tunggulah beberapa saat sampai bobotnya meningkat.
    Saat memanen, usahakan memilah dan memisahkan setiap ekor ikan nila yang berkualitas baik dan yang tidak. Ini akan memudahkan Anda saat memasarkan ikan nila hasil budidaya sendiri di terpal kolam kotak ataupun bulat.

    Itulah pembahasan singkat tentang terpal kolam bulat dan terpal kolam kotak, serta cara praktis budidaya ikan nila. Tentunya masih banyak yang belum dapat kami uraikan. Semoga ada kesempatan lain untuk menjelaskan proses budidaya ikan nila dengan terpal kolam secara lebih detail dan komprehensif. (red)